Senin, 10 Februari 2014

KECANTIKAN PUTRI GADING CEMPAKA UNDANG PEPERANGAN



KECANTIKAN PUTRI GADING CEMPAKA
MENGUNDANG PEPERANGAN
DIKERAJAAN SUNGAI SERUT
(BANGKAHULU)








PUTRI GADING CEMPAKA
MENIKAH DENGAN PENDEKAR
NGAWAK DEWE GUMAY












M.ADHAR CILAS,S.Pd



PUTRI GADING CEMPAKA BELAJAR KUNTAU (SILAT)
BERSAMA KE ENAM KAKAKNYA

Semula Bengkulu adalah bagian dari Provinsi Sumatra Selatan bersama-sama dengan Lampung dan Riau.Masyarakat bersama dengan partai politik dan masyarakat daerah bersatu untuk memperjuangkan terwujudnya Bengkulu menjadi Provinsi maka pada tanggal 12 September 1967 terbitlahUU RI No.9 Tahun !967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu dan PP Nomor 20 Tahun 1968 Tanggal 5 Juli 1968 tentang berlakunya UU Nomor 9 Tahun 1967 pada masa itu Provinsi Bengkulu terdiri atas tiga Kabupaten dan satu kota madya yakitu, Kabupaten Bengkulu Utara,Kabupaten Bengkulu Selatan.Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Madya Bengkulu.Jauh sebelum menjadi Provinsi di Bengkulu terdapat Kerajaan yang bernama Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) yang dipimpin oleh seorang raja bernama Ratu Agung pada masa itu Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) masih satu wilayah dengan Sumatra Selatan (Palembang/Pelimbang)
Dahulu kala didaerah Bengkulu terdapat kerajaan sungai serut (Bangkahulu)  yang sangat besar yang dipimpin oleh seorang raja yang benama Ratu Agung yang dikenal bijaksana,adil dan merakyat, Ratu Agung dikenal sangat sayang dengan putra –putrinya Ratu Agung memiliki tujuh orang anak pertama adalah Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam,dan seorang putri yang terkenal dengan kecantikanya yang bernama Putri Gading Cempaka.
kerajaan sungai serut (Bangkahulu) memiliki para pasukan yang setia, keadaan wilayah kekuasaan sangat tentram masyarakatnya semua hidup dengan damai. Seiring waktu berjalan anak-anak keturunan Ratu Agung menjelang remaja pada saat Ratu Agung sedang memandang wilayah kekuasaanya dan terlintaslah pikiran untuk memanggil ketujuh anaknya lalu Ratu Agung memerintahkan kerabat kerajaan untuk memanggil anak-anaknya “wahai pembesarku bawalah anak-anak ku untuk menghadapku petang ini” perintah Raja Ratu Agung baik raja yang bijaksana,’baik yang mulia’ jawab pembesar kerajaan berangkatlah pembesar kerajaan menemui para Raden dan Putri kerajaan Sungai Serut dan berkatalah para pembesar kerajaan tadi  “wahai Raden dan Putri ananda semua dipanggil yang mulia Ratu Agung untuk menghadap paduka petang ini juga” mendengan suara para pembesar kerajaan anak-anak Ratu Agung sangat terkejut dan bertanya didalam hati ‘ada apa gerangan ayahanda memanggil kami semua ?.
Berselang waktu para raden dan putri sampai menghadap Raja Ratu agung dengan penuh kesopanan dan senyum di wajah mereka duduk disamping para pembesar kerajaan sambil berkata “ada apa ayahanda memanggil kami semua..? ucap Raden cili …Ratu Agung tersenyum dan menatap dengan penuh kasih sayang kepada anak-anaknya lalu berkata “anak-anak ku tidak usah cemas dan bingung maksut ayahanda memanggil ananda semua untuk memberitahukan sesuatu hal yang penting kepada ananda semua”  berkatalah si bungsu yang cantik jelita Putri Gadig Cempaka “wahai ayahanda yang bijaksana apa gerangan yang hendak ayahanda sampaikan kepada ananda semua.? Lalu raja menjawab dengan suara yang tenang “ananda ku yang pemberani ayahanda memnggil ananda semua kesini untuk membitahukan bahwa ananda semua sudah beranjak remaja,sudah waktunya  ananda semua untuk belajar dan berlatih kuntau (silat) untuk membela diri anada semua bahkan untuk membela kerajan Sungai Serut dari musuh dan pemberontak.
Mendengan perkataan sang raja anak-anaknya yang selama ini memperhatikan dan meniru gerakan para hulu balang kerajaan saat berlatih kuntau (silat) sangat senang dan penuh senyum mendengar berita itu,  lalu berkata lah Raden Lemang batu “ wahai ayahanda siapa gerangan kelak yang akan mengajari kami semua kuntau (silat)” oh masalah itu ananda semua mungkin sudah mengenalnya ia adalah hulu balang kerajaan yang terkenal dengan julukan  Panglime Setue hitam (macan kumbang) kerajaan Sungai Serut.
Waktu bergerak senja pun kelam menuju malam semua anak-anak Ratu Agung telah berkumpul di belabar (tempat latihan silat Kerajaan) berdirilah hulu balang kerajaan  yang berjulukan Setue hitam (macan kumbang) bersenjatakan pisau duwe (golok kembar) dipinggang sambil ia berkata “baiklah adinda semua sebelum kita mulai awal latihan silat ini mari kita memanjatkan do’a kepada sang pengusa pemilik cahaya kehidupan. Setelah berdo’a merekapun belajar dasar-dasar gerakan dan kuda-kuda didalam latihan banyak jurus-jurus yang mereka pelajari yang mana semua jurus itu masih banyak belajar dengan gerakan hewah.
Setelah beberapa malam berlalu,minggu berganti bulan berputar kepandaian Kelemba api(Raden Cili),Manuk Mincar,Lemang Batu.Tajuk Rompong,Rindang Papan,Anak Dalam,dan Putri Gading Cempaka mulai menunjukan keahlian masing-masing dalam gerak dasar Kuntau (silat) maka pada suatu malam tepat pada malam jum’at pergantian hitungan tahun islam yang dikenal dengan malam 1 muharam hulu balang kerajaan yang berjulukan Setue hitam (macan kumbang) menurunkan jurus yang sangat berbahaya kepada tujuh anak Ratu Agung dimalam yang gelap yang hanya dipacari cahaya api unggun kecil ketujuh bersaudara itu menghadap kearah matahari terbenam dengan penuh keseriusan mereka serentak duduk bersilah sambil memejamkan mata dan membaca mantra,tak disadari hujan rintik mulai turun angin berhembus kencang tak lama kemudian “hiaaaaaaaaaaaaaaat’ ketujuh bersaudara itu berguling kedepan lalu membungkuk seperti harimau dengan tangan yang membentuk cakar yang siap menerkam.
Kejadian itu di saksikan oleh Ratu Agung dan hulubalang kerajaan Setue hitam (macan kumbang) saat itu guru mereka berteriak “petereeeeeeeeeeeeeeee hoy peteere masukan ilmu jurus setue kumbang (macan kumbang memecahkan )’ tak berselang waktu tubuk Kelemba api(Raden Cili),Manuk Mincar,Lemang Batu.Tajuk Rompong,Rindang Papan,Anak Dalam,dan Putri Gading Cempaka, mereka langsung bergerak kuntau (silat) jurus macan kumbang dengan gerakan yang berbagai macam disaat yang bersamaan ketujuh saudara itu dengan mata tertutup mereka mampu menghindari serangan yang diberikan oleh guru mereka.
Bahkan tampa disadari ketujuh saudara itu yang sedang asik menirukan jurus-jurus dan gerakan seperti macan dengan loncatan yang tinggi dan terkaman yang mematikan guru mereka mengambil sebuah pedang yang sangat amat tajam lalu hiaaaaaat pedang tadi ditebaskan ke seluh tubuh Kelemba api(Raden Cili),Manuk Mincar,Lemang Batu.Tajuk Rompong,Rindang Papan,Anak Dalam,dan Putri Gading Cempaka, pedang yang tajam tadi lalu ditebaskas secara membabi buta terlihat disana pakaian mereka robek dan hancur terkena sabatat pedang guru mereka namun luar biasa tubuh mereka tidak terluka sedikitpun hal ini membuat Ratu Agung yang menyaksikan peristiwa ini tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya penuh keyakinan.
Setelah malam semakin dalam guru mereka Panglime Setue Hitam berteriak lagi sambil memukulkan tangan kanannya kebumi lalu berkata “huuuuuuuuuu huuuuuuuu huuuuuuuuu cukup sampai disini maka gerakan ketujuh saudara tadi kembali duduk bersilah dan tangan menyatu di depan dada,kemudian mereka membuka mata dengan bernafas yang yang cepat menunjukan kelelahan yang sangat berat, kemudian majulah Ratu Agung dan berkata “anak-anak ku malam ini ananda semua telah berhasil belajar dan memiliki gerakan dan jurus kuntau (silat) dengan baik itu semua berkat kesabaran,keseriusan dan ketekunan ananda semua gunakanlah ilmu ini untuk membela kebenaran dan membantu orang lain yang dalam kesulitan dari gangguan orang-orang jahat” ‘baik ayahanda ucap ketujuh saudara itu dengan serentak, “saya kira latihan malam mini cukup dulu besok pada saat fajar mulai bersinar adinda semua datanglah kesini lagi dengan memakai pakaian putih dan bersih’ ucap guru mereka Panglime Setue Hitam lalu Raden Rindang Papan menjawab “ada apa gerangan guru kami harus berpakaian putih dan bersih’ dinda besok harus berpaian putih dan bersih karena melambangkan ketulusan dan kebersihan hati dinda semua karena besok Ratu Agung akan menyerahkan senjata pusak kepada dinda semua untuk menjadi senjata dan ciri dinda semua’ jawab guru mereka dengan senyuman.
Setelah itu mereka berjalan dengan penuh rasa lelah kembali kekamar meraka masing-masing untuk mengganti pakaian dan membersihkan tubuh mereka setelah beberapa waktu  Putri Gading Cempaka telah selesai membersihkan dirinya dan mulai merebahkan tubuhnya yang lelah diatas peniduran, karena kelelahan Putri Gading Cempaka kemudian tertidurlah  Putri Gading Cempaka dan bermimpi saat itu ia melihat sangat banyak raden-raden dan kaum bangsawan mengelilinginya sambil bertengkar pada saat itu datanglah seorang pemuda yang gagah dan sakti menyelamatkan Putri Gading Cempaka terbang saat diatas sambil terbang Putri Gading Cempaka melihat kearah kerajaan Sungai Serut yang dikelilingi kabut hitam disaat itu Putri Gading Cempaka bertanya kepada seorang pemuda yang menyelamatkanya  “ siapa gerangan kakanda yang telah berbaik hati menolong adinda ? tanya Putri Gading Cempaka  pemuda itu tersenyum dan membisu sampai tiga kali Putri Gading Cempak bertanya kembali dan menjawablah pemuda itu dengan suara yang penuh kewibawaan  “wahai Putri aku adalah penolong mu dan akan berjodoh dengan mu’ “siapa nama kakanda yang pemberani ini ..? tanya Putri Gading Cempaka “aku adalah Ngawak Dewe Gumay yang berdiam dibukit Siguntang jawab pemuda itu.
Mendengan jawaban pemuda tersebut tersebut Putri Gading Cempak tersentak dan terbangun ia melihat hari mulai menunjukan fajar Putri Gading Cempak lalu bersiap untuk datang ke tempat latihannya semalam dengan berpakaian putih dan bersih. Setelah Putri Gading Cempaka sampai  ia melihat kakak-kakaknya dan guru bahkan ayahandanya Ratu Agung berpakain putih dan bersih seperti ia pakai, setelah berkumpul Ratu Agung mengajak anak-anaknya untuk duduk bersilah dengan saling berhadapan membentuk sebuah lingkaran  “ananda semua mari kita meminta kepada sang maha cahaya agar tujuan kita terkabulkan”  ‘baik ayahanda’ jawab mereka serentak pada saat mereka khusuk berdo’a hari sangat sunyi dan tenang seakan mereka ada disebuah balai yang sunyi tiba-tiba terpancarlah cahaya yang amat sangat menyilaukan mata dari atas langit yang berlahan turun mendekati mereka dan turun dihadapan mereka saat itu juga mereka membuka mata dan melihat cahaya yang berbentuk lingkaran ditengah mereka tak begitu lama cahaya tersebut sirna dan alangkah kaget mereka ternyata cahaya tadi meninggalkan benda-benda pusaka keris yang tertancap ketanah.
“Wahai ananda semua ambilah keris itu satu keris untuk satu orang” ucap Ratu Agung kepada anak-anaknya jumlah keris tersebut berjumlah tujuh keris sesuai dengan jumlah mereka tujuh bersaudarah.Setelah mereka mengambil keris-keris itu dalam keadaan duduk bersilah Ratu Agung berkata “anada semua jadilah kalian semua penerus-penerus ku yang bijaksana,adil dan jauhkanlah diri kalian semua dari kesombongan dan ketamakan karena itu semua dapat menghancurkan dan membawa ananda semua kedalam kejahatan, kelak anada semua begitu waktu telah tiba semua itu akan menentukan kemana ananda semua akan berjalan” setelah mendengankan perkataan ayahandanya Putri Gading Cempaka teringat akan mimpinya semalam lalu Putri Gading Cempaka berkata kepada Ratu Agung “ayahanda mendengar perkataan ayahanda ananda teringat mimpi anada semalam.”.mimpi apakah itu ananda sehingga anada sangat gelisah…? Tanya Ratu Agung kepada Putri Gading Cempaka.
“Ayahanda, semalam anada bermimpi ananda melihat sangat banyak raden-raden dan bangsawan mengelilingi ananda sambil bertengkar pada saat itu datanglah seorang pemuda yang gagah dan sakti menyelamatkan ananda terbang saat diatas sambil terbang ananda melihat kearah kerajaan Sungai Serut yang dikelilingi kabut hitam disaat itu ananda bertanya kepada seorang pemuda yang menyelamatkan ananda  “siapa gerangan kakanda yang telah berbaik hati menolong adinda” pemuda itu tersenyum dan membisu sampai tiga kali ananda bertanya dan menjawablah pemuda itu dengan suara yang penuh kewibawaan “wahai Putri aku adalah penolong mu dan akan berjodoh dengan mu” “siapakah nama kakanda yang pemberani ini ..? Tanya Putri Gading Cempaka “aku adalah Ngawak Dewe Gumay yang berdiam dibukit Siguntan jawab pemuda itu.
“Itulah mimpi ananda semalah ayahanda, mendengar cerita Putri Gading Cempaka Ratu Agung, hulu balang kerajaan julukan Setue hitam (macan kumbang)  Kelemba api(Raden Cili),Manuk Mincar,Lemang Batu.Tajuk Rompong,Rindang Papan,Anak Dalam kesemuanya terheran dan kebingungan, saat itu Raden Rindang Papan berkata  “wahai adinda Putri Gading Cempaka dinda jangan gusar dan takut kakanda akan selalu menjaga dinda” mendengar ucapan saudaranya Putri Gading Cempaka sangat tenang.
Saat itu juga Ratu Agung meminta petunjuk kepada sang maha Cahaya dengan bersemedi diantara anak-anaknya kemudian didalam semedinya Ratu Agung mendapatkan jawaban, dari sang maha Cahaya “hai Ratu Agung Raja Kerajaan Sungai Serut ketahuilah bahwa suatu saat nanti kecantikan Putri Gading Cempaka akan menjadi rebutan para raden dan bangsawan dari kerajaan lain sehingga terjadilah perperangan di kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) hanya seorang laki-laki yang bernama Ngawak Dewe Gumay lah yang dapat menyelamatkan kerajaan Sungai Serut dan laki-laki itulah yang akan menjadi jodoh Putri Gading Cempaka karena sudah dijodohkan oleh langit.
Mendengar petunjuk yang didapat Ratu Agung sontak menarik napas yang sangat dalam yang membuat ketujuh anaknya tersentak “dan membuat Raden Tajuk Rompong bertanya “ayahanda ada apa ayahanda sampai menarik napas sangat dalam ? “ananda tidak usah hawatir mudah-mudahan semua ini dapat kita lewati, baiklah anada semua kembalilah ketempat masing-masing’ perintah Ratu Agung kepada anak-anaknya dan bergegaslah anak-anak Ratu Agung kembali ketempat mereka.







RATU AGUNG MENGUTUS HULU BALANG KERAJAAN PANGLIME SETUE HITAM
BERANGKAT KE BUKIT SEGUNTANG

Setah anak-anak Ratu Agung kembali ketempatnya masing-masing tinggalah hulu balang kerajaan yang dijuluki Panglime Setue Hitam Ratu Agung masing sangat penasaran dengan petunjuk yang ia dapati sehingga Ratu Agung berdiam diri dihadapan Panglime Setue Hitam “ampun baginda apa yang bias saya lakukan sehingga kegusaran paduka dapat hilang dari diri paduka” mendengar perkataan hulu balangnya Ratu Agung lalu berkata pada hulu balangnya “ wahai Hulu Balang ku Panglime Setue Hitam aku akan mengutus mu untuk berangkat menyelidiki apakah memang benar terdapat seorang pemuda yang bernama Ngawak dewe Gumay dibukit Siguntang dan carilah dimana letak bukit Siguntang itu ?  “baik paduka” jawab Panglime Setue Hitam setelah mendengar tihta Ratu Agung Panglime Setue Hitam langsung bergegas menyiapkan diri untuk berangkat mencari dimanakah bukit Siguntang tersebut berada.  
Panglime Setue Hitam berjalan menuju kearah matahari terbit melalui hutan rimba,menaiki bukit-bukit dan menyeberangi sungai-sungai dalam perjalanan setelah cukup lama Panglime Setue Hitam beristirahat dibawa kaki gunung yang sangat dingin, tidak berselang lama lewatlah seorang nenek yang memakai tongkat rambutnya putih terurai sampai ketanah yang dikawal dua ekor harimau belang, ‘hai anak muda kenapa kamu bias sampai kesini’ ucap nenek itu kepada Panglime Setue Hitam, “oh saya kebetulan lewat dan beristirahat disini nek” ‘memangnya kamu mau kemana’ “begini nek saya adalah Hulu Balang Kerajaan Sungai Serut yang diutus Ratu Agung untuk mencari dimana tempat Bukit Siguntang berada” ‘em kalau kamu memeng ingin mencari dimana tempat bukit Siguntang naiklah ke atas gunung ini disana ada seorang pemuda yang mengetahui dimana tempat bukit Siguntang berada’ “ maaf nek siapa nama nenek dan apa nama gunung ini” Tanya Panglime Setue Hitam  ‘nenek disini dipanggil dengan nama julukan Nenek Belang’ “kenapa nenek dijuki nenek belang nek ? ‘ karena nenek mempunyai dua ekor peliharaan harimau belang sihingga nama itu melekat dengan nenek’ “oh begitu nek, lalu apa nama gunung ini nek ?” ‘gunung ini bernama Gunung Dempu (Gunung Dempo Pagar Alam), naiklah engkau keatas sana dan jangan takut karena kamu berjodoh dengan gunung ini’ setelah itu  Panglime Setue Hitam menaiki gunung dempu tersebut dengan penuh penasaran dan pertanyaan dimana pemuda yang akan saya temui ini dan siapa namaya,
Tak terasa hari mulai gelap dan cuaca sangat dingin dalam perjalananya menuju puncak gunung dempu Panglime Setue Hitam dikagetkan dengan suara burung yang saling bersautan dan  Panglime Setue Hitam melihat ada seorang pemuda yang sedang bersemedi yang terlihat sangat gagah dan kekar, ‘siapa gerangan hingga menemui ku sampai kesini’ ucap pemuda yang sedang bersemedi tersebut “maaf saya adalah Hulu Balang kerajaan Sungai Serut yang dalam perjalanan mencari bukit Siguntang” ‘hahahahahah ada apa gerangan mencari bukit Siguntang apa keperluan Kerajaan Sungai Serut mencarinya’ ucap pemuda tersebut sambil berdiri berjalan mendekati Panglime Setue Hitam, “ lalu Panglime Setue Hitam menceritakan “begini dikerajaan Sungai Serut yang di pimpin oleh Raja Ratu Agung ia memiliki tujug orang anak yang bungsu bernama Putri Gading Cempaka pada suatu malam Putri Gading Cempaka bermimpi ia  melihat sangat banyak raden-raden dan kaum bangsawan mengelilinginya sambil bertengkar pada saat itu datanglah seorang pemuda yang gagah dan sakti menyelamatkan Putri Gading Cempaka terbang saat diatas sambil terbang Putri Gading Cempaka melihat kearah kerajaan Sungai Serut yang dikelilingi kabut hitam disaat itu Putri Gading Cempaka bertanya kepada seorang pemuda yang menyelamatkanya  “ siapa gerangan kakanda yang telah berbaik hati menolong adinda” pemuda itu tersenyum dan membisu sampai tiga kali Putri Gading Cempak bertanya dan menjawablah pemuda itu dengan suara yang penuh kewibawaan “ wahai Putri aku adalah penolong mu dan akan berjodoh dengan mu” siapa nama kakanda yang pemberani ini ..? aku adalah Ngawak Dewe Gumay yang berdiam dibukit siguntang.
Mendengar cerita Panglime Setue Hitam pemuda itu mempersilahkan Panglime Setue Hitam untuk bermalam ditempatnya karena hari sudah gelap,’kemarilah wahai utusan Kerajaan Sungai Serut bermalamlah engkau disini untuk sementara karena hari mulai gelap’ “terimakasih atas kebaikan kanda siapa nama kanda ? Tanya Panglime Setue Hitam ‘ nama ku adalah Ngawa Dewe Semidang adik dari Ngawak Dewe Gumay’ mendengar jawaban pemuda itu Panglime Setue Hitam langsung tersentak kaget dan sangat senang karena ia telah mengetahui bahwasanya pemuda yang bernama Ngawak Dewe Gumay itu memang ada. “ wahai Ngawak Dewe Semidang dimanakah tempat Ngawak Dewe Gumay tersebut ?  ‘ia berdiam dibukit Siguntang arah Selatan,besok saat burung mulai berbunyi turunlah dari gunung ini berjalanlah menuju sumber cahaya (matahari)’ kemudian Panglime Setue Hitam bertanya kembali “ Ngawak mengapa jarak antar Ngawak Dewe Semidang dengan Ngawak Dewe Gumay sangat jauh ada yang di gunung Dempu (Dempo) ada yang di Bukit Siguntang’ “jarak bukanlah ukuran kedekatan bukanlah ikatan aku dan kakak ku telah mengucap janji di bukit siguntang’ jawab Ngawak Dewe Semidang, “lalu apa janji itu wahai Ngawak’ ucap Panglime Setue Hitam janji itu “dimana ada keturunan Gumay disana ada keturunan Semidang dimana ada keturunan Semidang disana ada keturunan Gumay”  setelah mendengar jawaban dari Ngawak Dewe Semidang Panglime Setue Hitam mulai mengantuk dan ia berpamitan untuk istirahat tidur diatas bebatuan yang diselimuti rerumputan yang lebat.
Disaat Panglime Setue Hitam tidur dengan nyeyaknya, ia tersentak terbangun saat mendengar suara gemuruh dan pancaran sinar seperti kilat yang sangat menyilaukan sontak Panglime Setue Hitam mencari sumber suara dan pancaran cahaya itu saat  Panglime Setue Hitam mendekati asal keributan itu sontak ia terperangah kaku tak bias berbuat apa apa seakan tubuhnya terkunci hanya mata yang bisa melihat ternyata Ngawak Dewe Semidang sedang memperdalam ilmu silatnya dengan gerakan yang sangat cepat menggunakan jurus Rajawali Emas sehingga tubuhnya mengambang diatas yang di kelilingi sinar putih yang menyilaukan tidak hanya disitu saat Panglime Setue Hitam melihat kebawah tepian gunung Dempu (Dempo) ia melihat beribu macam macan berkumpul menyaksikan ilmu silat Ngawak Dewe Semidang yang sangat sakti, setelah beberapa lama kemudian berlahan Ngawak Dewe Semidang turun menyentuh bumi saat itu juga beribu macam macan tadi hilang secara berlahan kemudian sacara sepontan Panglime Setue Hitam duduk bersimpuh sambil berkata “ Ngawak sudilah ngawak mengajari ku ilmu silat tadi dan mengangkat ku sebagai murit Ngawak” Ngawak Dewe Semidang tersenyum sambil berkata “wahai Panglime Setue Hitam engkau berjodoh dengan ku tapi tunaikanlah dulu amah raja mu berangakatlah menemui kakanda Ngawak Dewe Semidang setelah engkau bertemu denganya sampaikan hasil perjalanan mu kepada raja mu setelah itu kembalilah engkau kegunung Dempu (Dempo Pagar Alam).
Saat burung mulai berbunyi berangkatlah Panglime Setue Hitam menuju Selatan kearah sumber cahaya matahari terbit dalam perjalanan Panglime Setue Hitam selalu terburu-buru ingin sekali cepat sampai setelah beberapa hari tibalah Panglime Setue Hitam di suatu tempat yang penuh dengan air sungai yang tenang mengalir jauh diseberang sana ia melihat sebuah bukit  lalu ia berpikir “mungkin itu yang dikatakan bukit Siguntang tersebut”  kemudian Panglime Setue Hitam mengambil sebatang pohon bambu yang terseret arus sungai lalu Panglime Setue Hitam memohon kepada Sang Maha Cahaya untuk menunggangi sebatang pohon bambu untuk menyeberangi sungai itu, dengan ilmu jurus peringan tubuhnya Panglime Setue Hitam bambu pun melanyang diatas sungai tersebut membawa Panglime Setue Hitam sampai disebuah bukit pada saat  Panglime Setue Hitam akan menapakan kakinya ke daratan ia di kagetkan dengan suara seorang pemuda.
 “woooooiii siapa gerangan berani datang kebukit Siguntang ini”  Panglime Setue Hitam sangat kaget karena ada suara tidak ada orang kemudian Panglime Setue Hitam langsung menjawab aku Hulu Balang Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) Panglime Setue Hitam membawa pesan dari Ratu Agung” tiba-tiba munculah seorang pemuda dihadapanya yang sangat tampan,gagah dan berwibawah dan berkatalah pemuda itu “aku Ngawak Dewe Gumay, ada apa kisanak sampai kesini? Panglime Setue Hitam lalu menceritakan bahwasanya ia diberi tahu oleh Ngawak Dewe Semidang kalau bukit Siguntang ada disini” lalu Ngawak Dewe Gumay bertanya kepada Panglime Setue Hitam “apa tujuan kamu”  Panglime Setue Hitam bercerita tentang mimpi Putri Gading Cempaka, setelah mendengar cerita itu Ngawak Dewe Gumay memerintahkan Panglime Setue Hitam kembali ke Kerajaan Sungai Serut “ kembalilah engkau wahai pemuda yang setia sampaikan pesan ku kepada raja Ratu Agung bila nanti membutuhkan pertolongan ku utuslah salah satu anaknya kebukit Seguntang maka aku akan datang.
Setelah mendengar jawaban Ngawak Dewe Gumay makan Panglime Setue Hitam kembali dengan menaiki sebatang pohon bambu dengan mengikuti arus aliran sungai setelah sekian lama menyusuri arus sungai sampailah Panglime Setue Hitam kedaratan ia merasa perjalanan ini sangat mengesankan, dengan melewati hutan perbukita sampailah Panglime Setue Hitam dikerajaan Sungai Serut sesampainya disana Panglime Setue Hitam langsung menghadap Raja Kerajaan Sungai Serut Ratu Agung kedatangan Panglime Setue Hitam disambumbut dengan gembira oleh Ratu Agung sambil berkata “masuklah wahai pembesar Kerajaan Sungai Serut Panglime Setue Hitam’ maka Panglime Setue Hitam langsung masuk dan duduk di tempat Panglime Setue Hitam “ ampun ratu sekiranya perjalanan ku ini terlalu lama maka hukumlah aku sehingga membuat Ratu Agung menanti-nanti kedatangan ku’ ucap Panglime Setue Hitam “ kegelisahanku kegundahan ku semua telah hilang begitu aku mendengar engkau sudah kembali kekerajaan Sungai serut ini’.
Setelah beberapa lama pertemuan itu Ratu Agung yang sudah lama ingin menayakan hasil perjalanan Panglime Setue Hitam mencari Bukit Siguntang dan Ngawak Dewe Gumay Ratu Agung langsung bertanya kepada Panglime Setue Hitam “wahai hulubalang ku apa gerangan hasil perjalanan mu mencari bukit Siguntang ? Panglime Setue Hitam menjawab “ampun baginda selama perjalanan ku mencari bukit Siguntang dalam perjalana aku menaiki gunung Dempu (Gunung Dempo Pagar Alam) disana aku bertemu dengan Ngawak Dewe Semidang beliau adalah adik dari Ngawak Dewe Gumay’ “ jadi pemuda yang bernama Ngawak Dewe Gumay itu memang ada ? Tanya Ratu Agung kepada Panglime Setue Hitam “ia baginda dan aku telah bertemu dengan Ngawak Dewe Gumay’ jawab Panglime Setue Hitam.
Setelah mendengar berita itu Ratu Agung teringat akan petunjuk dalam semedinya bahwa pemuda itu akan menjadi penolong dan menjadi suami dari anaknya Putri Gading Cempaka, “ampun baginda beribu ampun’ ucap Panglime Setue Hitam kepada Ratu Agung “ apa gerangan Panglime Setue Hitam  yang henda engkau uacapkan’ Tanya Ratu Agung “Baginda sudilah baginda mengabulkan permintaan hamba ini, kerena ini merupakan keinginan hamba yang sangat dalam kepada baginda’ jawab Panglime Setue Hitam “ wahai hulu baling ku yang setia dan taat engkau telah melaksanakan perintah ku dengan baik maka aku Raja dari Kerajaan Sungai Serut akan mengabulkan permintaan Panglime Setue Hitam’ mendengar jawaban dan janji Ratu Agung Panglime Setue Hitam sangat senang “apa itu permintaan mu hulubalang kerajaan Sungai Serut’ Tanya Ratu Agung  “ampun baginda dalam perjalanan ku mencari bukit Siguntang aku telah berjanji dengan seorang pemuda yang akan mengajari ku juru-jurus silat yang sangat hebat dan hamba telah berjanji untuk kembali ke gunung Dempu (gunung Dempo Pagar Alam),untuk berguru dan menetap disana selamanya’.
Mendengar permintaan Panglime Setue Hitam Ratu Agung sontak terkaget-kaget dan ia baru saja mengucapkan janji akan mengabulkan apa saja permintaan Panglime Setue Hitam lalu Ratu Agung menjawab dengan penuh kesedihan “baiklah wahai pembesar Kerajaan Sungai Serut kalau memang itu sudah menjadi keputusan dan pilihan Panglime Setue Hitam aku izinkan engkau untuk meninggalkan kerajaan ini namun bila suatu saat engkau ingin kembali lagi kekerajaan Sungai Serut ini kami akan selalu menerima mu dengan gembira’.
Mendengar ucapan Ratu Agung maka berdirilah Panglime Setue Hitam dihadapan Ratu Agung dan pembesar-pembesar kerajaan yang lain sambil berkata “aku Panglime Setue Hitam  berjanji setelah kepergian ku untuk belajar silat lagi di gunung Dempu (Dempo) maka kerajaan Sungai Serut memiliki seorang Hulu Balang yang setia yang berada digunung Dempu (Dempo)’.
 Kemudian Panglime Setue Hitam berangkat menuju Gunung Dempu ( Gunung Dempo Pagar Alam) untuk menemui NGawak Dewe Semidang belajar dan memperdalam ilmu-ilmu silatnya. Setah kepergian Panglime Setue Hitam Ratu Agung diam-diam pergi ke tempat anak-anaknya dan menceritakan hasil perjalanan Panglime Setue Hitam dan memberitahkan kepada anak-anaknya tentang keinginan Panglime Setue Hitam untuk menetap digunung dempo, setelah mendengar cerita Ratu Agung salah satu anaknya itu yakni Raden Lemang Batu berkata kepada ayahnya Ratu Agung “ayahanda kalau memang benar cerita ayahanda kepada kami bahwa abdi kerajaan Panglime Setue Hitam akan memperdalam ilmu silatnya disana, suatu masa nanti maka aku akan mendatangi tempat itu juga untuk berguru kembali dengan pemuda yang sakti itu’ mendengar ucapan Raden Lemang Batu Ratu Agung lalu menjawab “ananda Lemang Batu keinginan ananda sangatlah mulia ingin memperdalam ilmu silat ananda, semoga yang Maha Cahaya memberikan jalan yang baik untuk ananda semua,amin’ ucap ketujuh anak Ratu Agung.












PEPERANGAN DI KERAJAAN SUNGAI SERUT (BANGKAHULU)

Waktu berjalan siang berganti malam setelah sekian lama ketujuh anak-anak Ratu Agung telah tumbuh dewasa kacantikan Putri Gading Cempak menjadi pembicaraan didalam kerajaan bahkan sampai kekerajaan-kerajaan tetangga, karena kecantikan Putri Gading Cempak banyak bangsawan dan Raden kerajaan yang melamarnya namu selalu ditolak oleh Putri Gading Cempak dikenal memiliki paras yang ayu suara yang lembut, tidak hanya itu Putri Gading Cempaka dikenal dengan kelenturan jari-jarinya dalam menari.
Ratu Agung sangat lah beruntung memiliki seorang putri yang baik sopan sehingga bila Ratu Agung akan mengadakan suatu acara dikerajan beliu selalu mengajak anak-anaknya untu menghadirinya tidak lupa ratu agung mempersilahkan Putrinya Putri Gading Cempaka untuk memperlihatkan kepandaianya dalam menari,kemampuan menarinya ia dapat dengan belajar didalam istana sehingga pada saat Putri Gading Cempaka menari selalu tersenyum dengan manisnya.
Sampai suatu hari berita kecantikan Putri Gading Cempak terdengar oleh kerajaan Aceh Tengah ia pun langsung memerintahkan seorang pejabat kerajan Aceh Tengah untuk melamar Putri Gading Cempak  “wahai pejabat kerajaan Aceh Tengah pergilah kalian ke Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu),untuk menemui Rajanya sampaikan kepadanya bahwa aku ingin mempersunting anaknya untuk aku jadikan permaisuri ku”.
Mendengar perintah sang raja yang sangat berambisi untuk melamar Putri Gading Cempak mereka pun berangkat menuju Kerajaan Sungai Serut sesampainya di Kerajaan Sungai Serut mereka disambut oleh Ratu Agung penuh dengan rasa gembira sambil bertanya kepada utusan Kerajaan Aceh Tengah “ ada apa sampai-sampai Kerajaan Aceh Tengah mengutus pejabat kerajaan jauh-jauh sampai ksenini’ “ ampun maha raja kedatangan kami kesini untuk menyampaikan pesan dari raja kami’ jawab pejabat kerajaan Aceh Tengah “apa isi pesan itu ? tanaya Ratu Agung “ pesan itu Raja Kerajaan Aceh Tengah ingin mempersunting Putri Gading Cempak menjadi istrinya’ ucap pejabat Kerajaan Aceh Tengah.
Mendengar isi pesan itu Ratu Agung langsung memanggil anaknya Putri Gading Cempak setalh beberapa lama kemudian Putri Gading Cempak tiba dihadapan para pejabat Kerajaan Aceh Tengah dan sontak membuat mata para utusan Kerajaan Aceh Tengah terpelotot tak mampu berkata-kata hanya terdiam saat melihat kecantikan Putri Gading Cempak, “ada apa ayahanda memanggil ku kesini’ ucap Putri Gading Cempak dengan suara yang lembut seakan melengkapi kecantikanya dengan suara yang lembut “ananda ku lihatlah ini adalah utusan dari Kerajaan Aceh Tengah yang ingin melamar ananda menjadi permaisuri kerajaan Aceh Tengah’ ucap Ratu Agung kepada Putri Gading Cempak, “ ampun ayahanda bukan maksut ananda melawan atau menentang ayahanda namun ananda tidak mau menerima lamaran dari Kerajaan Aceh Tengah ini.
Mendengar jawaban Putri Gading Cempak membuat utusan Kerajaan Aceh Tengah kecewa dan malu sehingga mereka kembali dengan tangan hampa, setelah mereka sampai di Kerajaan Aceh Tengah mereka langsung menghadap Raja Aceh Tengah dan menceritakan kecantikan Putri Gading Cempak yang tiada duanya, pejabat kerajaan Aceh Tengah menyaipaikan penolakan Putri Gading Cempak atas lamaran itu.
Sepontan Raja Aceh Tengah marah sambil berdiri dan berkata “hari ini harga diri kerajaan Aceh Tengah telah diinjak-injak berani-beraninya Putri Gading Cempak menolak lamaran ku, prajuriiiiiiiit malu ketimbang malu siapkan semua pasukan dan perbekalan hari ini juga kita berangkat dan menyerbu kerajaan Sungai Serut” “ baik baginda jawab para pejabat Kerajaan Aceh Tengah” maka berangkatlah seluruh pasukan kerajaan Aceh Tengah melewati lautan.
Dikerajaan Sungai Serut roda pemerintahan berjalan seperti biasanya sampai suatu hari tibalah kapal-kapal kerajan Aceh Tengah yang membawa pasukanya untuk menggempur Kerajaan Sungai Serut, berita penyerbuan itu sontak membuat isi kerajaan Sungai Serut kaget dan menghadaplah pembesar kerajan Sungai Serut “ampun baginda bala tentara kerajan Aceh Tengah akan menyerbu Kerajaan Sungai Serut apa pentah baginda ?  “ada apa ini,sehingga mereka menyerbu kerajaan Sungai Serut ? tanya Ratu Agung kepada pembesarnya “menurut berita yang saya dapat Raja Aceh Tengah tidak menerima penolakan lamaranya kepada Putri Gading Cempak sehingga mereka ingin merebut Putri Gading Cempak dengan kekerasan’ mendengar jawaban pembesarnya Ratu Agung memerintahkan pembesarnya “wahai para prajurit ku kita hadapi ba tentara Kerajaan Aceh Tengah sampai titik dara penghabisan’ mendengar peintah Ratu Agung seluruh pasukan dan hulu balang kerajaan Sungai Serut bersiap menghadapi serangan kerajaan Aceh Tengah.
Mendengar berita ini anak-anak Ratu Agung Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam,dan Putri Gading Cempak cemas dan bersiap untuk menghadapi peperangan.
Ditempat lain pertempuran terjadi para pasukan saling menyerang dengan ilmu silatnya merekapun menggunakan jurus-jurus yang mematikan setelah beberapa hari pertempuran salah satu hulubalang kerajaan Sungai Serut melaporkan bahwa peperangan ini telah banyak membuat pasukan kerajaan Sungai Serut tewas dan luka sehingga peperangan ini di kuasai oleh pasukan Kerajaan Aceh Tengah, mendengar beta ini Ratu Agung langsung mengelar pertemuan dengan para panglimanya solusi dan jalan keluar tidak ada sehingga Ratu Agung kecemasan dan tertunduk lesu dalam kebingungan datanglah  Putri Gading Cempak “ ampun ayahanda ananda telah mendengar berita kekalahan pasukan kita’ ucap Putri Gading Cempak “ oh anada tidak usah takut kita pasti menang sang Maha Cahaya pasti membantu kita’ jawab Ratu Agung “ayahnada ingat dengan mimpi ananda dahulu waktu ananda menjelang remaja, Putri Gading Cempak lalu menceritakan kembali mimpinya ananda melihat sangat banyak raden-raden dan bangsawan mengelilingi ananda sambil bertengkar pada saat itu datanglah seorang pemuda yang gagah dan sakti menyelamatkan ananda terbang saat diatas sambil terbang ananda melihat kearah kerajaan Sungai Serut yang dikelilingi kabut hitam disaat itu ananda bertanya kepada seorang pemuda yang menyelamatkan ananda  “siapa gerangan kakanda yang telah berbaik hati menolong adinda” pemuda itu tersenyum dan membisu sampai tiga kali ananda bertanya dan menjawablah pemuda itu dengan suara yang penuh kewibawaan “wahai Putri aku adalah penolong mu dan akan berjodoh dengan mu” “siapakah nama kakanda yang pemberani ini ..? Tanya Putri Gading Cempaka “aku adalah Ngawak Dewe Gumay yang berdiam dibukit Siguntan jawab pemuda itu’.
Saat itu juga pembesar kerajaan mengingatkan Ratu Agung “ampun baginda dulu baginda pernah memerintahkan hulu balang kerajaan untuk mencari pemuda itu dan menurut berita pemuda itu ada dan akan membantu kita dengan sarat mengutus salah satu putra mahkota kesana’ mendengar  kata-kata itu Ratu Agung langsung memanggil salah satu anaknya yaitu Raden Rindang Papan,” anak ku berangkatlah ananda ke bukit Siguntahng untuk menemui pemuda yang bernama Ngawak Dewe Gumay sampaikan kepadanya bahwa Putri Gading Cempaka yang sudah dijodohkan dari langit akan direbut oleh Raja Aceh Tengah’ “baik ayahanda, namun kemanakah arah yang harus ananda lewati ayahanda” ucap Raden Rindang Papan “ menurut cerita utusan kerajan dahulu bukit Siguntang ada di arah matahari hidup’ jawab Ratu Agung.
Maka berangkatlah Raden Rindang Papa yang mempunyai paras tinggi dan gagah menuju Bukit Siguntang dengan kecepatan tinggi menuju bukit Siguntang dengan menunggangi sekeping papan. Setelah beberapa lama kemudian sampailah Raden Rindang Papan  di bukit Siguntang dan bertemulah dengan seorang pemuda yang bernama Ngawak Dewe Gumay, “wahai pemuda penunggang papan siapa gerangan dan ada apa gerangan sampai kesini’ ucap Ngawak Dewe Gumay “aku adalah Raden Rindang Papan putra Raja Sungai Serut kakak dari Putri Gading Cempaka ingan menyampaikan pesan’ jawab Raden Rindang Papan “oh seorang putra kerajaan dari Sungai Serut,apa yang hendak engkau sampaikan’ ucap Nawak Dewe Gumay “begini Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) saat ini sedang diserang oleh Kerajaan Aceh Tengah mereka ingin mengambil Purti Gading Cempaka dari kami dan menurut berita adik ku Putri Gading Cempaka berjodoh dengan engkau akan direbut oleh Raja Aceh Tengah’ jawab Raden Rindang Papan, setelah mendengar berita dari RIndang Papan maka Ngawak Dewe Gumay menyarankan agar Rindang Papan  untuk pulang lebih dulu kemudian ia akan menyusul mendengar nasehat itu maka berangkatlah Raden Rindang Papan kembali kekerajaan Sungai Serut.
Setelah berselang waktu berangkatlah Ngawak Dewe Gumay menuju Kerajaan Sungai Serut dengan kecepatan tinggi sesampainya di kerajaan Sungai Serut Ngawak Dewe Gumay melihat kekalan pasukan sungai Serut dengan tembok gerbang hamper roboh, tidak mengundur waktu maka Ngawak Dewe Gumay langsung terlibat dengan peperangan itu kehadiran Ngawak Dewe Gumay membuat pasukan Kerajaan Aceh Tengah terkaget-kaget sontak membuat Panglima kerajaan Aceh Tengah berkata “siapa lagi yang datang ini kalau ingin hidup pergilah kalau mau mati majulah, “hahahahah kedatangan ku kesini untuk membuat kalian semua mati’ ucap Ngawak Dewe Gumay.
“Jangan banyak cincong’ tantang Panglima Kerajaan Aceh Tengah maka bertarunglah kedua orang sakti itu dengan jurus-jurus yang mematikan dalam pertarungan itu Ngawak Dewe Gumay langsung mengeluarkan sebuah keris dari dalam bajunya ia menggunakan jurus silat Tebang Seribu, saat musuhnya lengah dalam pertarungan itu Ngawak Dewe Gumay menusukan kerisnya kedada musuhnya Panglima Kerajaan Aceh Tengah yang membuat musuhnya terluka parah sekali tusukan namun seribu lobang tusukan sekujur tubuh Panglima Kerajaan Aceh Tengah ia sekarat dan mati seketika.
Melihat kejadian itu pasukan kerajaan Sungai Serut dan Pasukan Kerajaan Aceh Tengah ketakutan sambil bertanya didalam hati mereka “siapa pemuda ini, dan dari mana ia datang ? setelah kematian Panglima Kerajaan Aceh Tengah Ngawak Dewe Gumay berteriak “wahaaai yang datang dari kerajaan Aceh Tengah hadapi aku, mau bertarung satu persatu atau sepasukan aku siap’ tantang Ngawak Dewe Gumay maka majulah pasukan kerajaan Aceh Tengah terjadilah pertarungan yang tidak seimbang  namun dengan kesaktian Ngawak Dewe Gumay seluruh pasukan Aceh Tengah mati sehingga banyak mayat-mayat pasukan Aceh Tengah yang berkaparan bukan hanya membuat mereka semua musna Ngawak Dewe Gumay juga membersihkan tumpukan-tumpukan mayat itu dengan menggunakan jurus angin puting beling maka sekejab saja tumpukan mayat-mayat pasukan Aceh Tengah tadi bersih seketika.
Setelah perang telah usai mayat-mayat telah dibersihkan Ngawak Dewe Gumay menghadap Raja Kerajaan Sungai Serut Ratu Agung setelah mereka sedang berbicara dengan asik yang disambut dengan hangat oleh Ratu Agung tiba-tiba datanglah Raden Rindang Papan bukanya berterimakasih atas bantuan Ngawak Dewe Gumay malah menganggap meremehkanya mendengar ucapan Raden Rindang Papan maka Ngawak Dewe Gumay mengeluarkan kesaktianya sehingga membuat Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) hilang dari penglihatan setelah itu Ngawak Dewe Gumay pergi kembali menuju tempatnya di Bukit Siguntang.
Setelah kepergian Ngawak Dewe Gumay maka menyusulah Putri Gading Cempaka dengan menggunakan Sayak dari buah kayu yang diselimuti buih air menuju Bukit Siguntang dalam perjalananya menuju bukit Siguntang, Putri Gading Cempaka sempat mengganti namanya sampai tiga kali yaitu :
Ø Putri Hitam Manis
Ø Putrid Kemantan Buih (setelah sampai dibukit siguntang namanya diganti menjadi
Ø Putri Kembang Dadar
Sesampainya Putri Gading Cempaka dibukit Siguntang ia langsung bertemu dengan Ngawak Dewe Gumay “wahai kakanda yang gagah perkasa jangan lah kakanda menjadi marah kepada kami kedatangan ku kesini jauh-jauh menyusul kaknda ingin menyampaikan permohonan maaf atas ucapan kakanda Raden Rindang Panan kepada kakanda Ngawak Dewe Gumay” ucap Putri Gading Cempaka, mendengar kata-kata Putri Gading Cempaka yang lembut dan menghargai kedatanganya jauh menuju bukit Siguntang Ngawak Dewe Gumay pun menjawab “wahai adinda tidaklah mungkin kakanda menaruh dendam dengan uvapan raden Rindang Papan semua itu telah berlalu bersama angin yang berhembus’.
Rupanya perbuatan Ridang Papan ini tidak disenangi oleh Ngawak Dewe Gumay dengan kesaktianya Ngawak Dewe Gumay kembali membuat Kerajaan Sungai Serut Nampak kembali. Kemudian Ngawak Dewe Gumay dan Putri Gading Cempaka bersama-sama berangkat kembali kekerajaan Sungai Serut.
PUTRI GADING CEMPAKA  MENIKAH
DENGAN PENDEKAR NGAWAK DEWE GUMAY

Setalah melalu perjalan yang jauh secara bersama-sama sampailah mereka di kerajaan Sungai Serut kedatangan mereka disambut langsung  oleh Ratu Agung dan keenam purtanya Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam setalah mereka berkumpul di dalam kerajaan Raden Rindang Papan langsung meminta maaf kepada Ngawak Dewe gumay “Dinda Ngawak Dewe Gumay maafkan atas kata-kata ku yang dahulu sehingga membuat dinda marah, ucap Raden Rindang Papan  “tak apa kakanda semua telah berlalu’ jawab Ngawak Dewe Gumay mendengar pembicaraan mereka berdua Ratu Agung sangat bahagia dan tersenyum lebar.
Sesaat setelah mendengar Rindang Papan berbicara dengan calon suaminya Putri Gading Cempak menyampaikan permintaan maaf kepada ayahandanya Ratu Agung dan saudara-saudaranya “ ayahanda dan kakanda semua adinda mohon maaf karena adinda merasa sumua masalah yang telah datang menimpa kerajaan Sungai Sungai serut bersumber dari ananda, ananda sangat bersalah ayahanda’ “tidak ananda semua yang telah kita alami ini dan yang akanterjadi adalah kehenda Sang Maha Cahaya bukan salah ananda, mari kita saling mawas diri untuk saling melindungi saling menyayangi’ tegas Ratu Agung kepada Putri Gading Cempaka dan keenam putranya.
“Sudahlah yang sudah berlalu kita lupakan, sekarang mari kita rayakan pertemuan kita ini karena atas kehendak Sang Maha Cahaya lah kita dapat berkumpul bersama lagi’ ucap Kelemba api(Raden Cili) kepada adik-adiknya.
Asik dalam kebahagian mereka saling bercanda sambil menikmati hidangan makanan yang disiapkan oleh para pelayan kerajan, mereka berkumpul didalam kerajaan dengan bahagia saat itulah dengan rasa hormat dan rasa keseganan tercetuslah ucapan Ngawak Dewe Gumay kepada Ratu Agung “ampun beribu ampun paduka,bukanya niat hati ingin membuat suasana menjadi rusak namun didalam perjalanan kami berdua kemari ingin memohon izin dan restu kepada Ratu Agung dan kakanda Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam agar menerima ku sebagai suami dinda Putri Gading Cempaka’.
 “kalau memang itu sudah menjadi keinginan dan janji anada berdua tidak akan ayahanda halang-halangi’ jawab Ratu Agung  dengan wajah gembira Putri Gading Cempaka tersenyum bahagia, melihat putrinya bahagia dengan lantang Ratu Agung mengucapkan kata dihadapan ketujuh anaknya dan para pembesar kerajaan Sungai Serut “ aku Raja Sungai Serut memerintahkan segera laksanakan pernikahan ini dengan gembira’ ucap Ratu Agung ,
Maka ke enam putranya Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam, mereka tersenyum bahagia menyambut niat Ngawak Dewe Gumay mempersunting adiknya Putri Gading Cempaka.Seluruh isi kerajaan Sungai Serut dan rakyatnya sibuk dan bahagia mempersiapkan acara pernikahan Ngawak Dewe Gumay dan Putri Gading Cempaka sehinga banyak para bangsawan ,para raden dan raja kerajaan tetangga yang datang  memberikan restu.
Pada akhirnya setelah pernikahan itu pasangan Ngawak Dewe Gumay dan Putri Gading Cempaka berpamitan kepada Ratu Agung dan Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam, untuk pergi tinggal di Bukit Siguntang “ayahanda dan kakanda semua kami berdua, akan kembali kebukit Siguntang untuk memulai hidup kami dan sudilah kiranya ayahanda dan kakanda merestui niat kami ini’ ucap  Ngawak Dewe Gumay “ananda berdua mulailah hidup ananda berdua tentukanlah jalan kehidupan anada berdua semoga nanti ananda berdua dikarunia anak-anak yang gagah berani dan jangan lupa sampaikan kepada keturunan yang Maha Cahaya melindungi ananda berdua” jawab Ratu Agung.
Setelah mendapat restu dari Ratu Agung berangkatlah Putri Gading Cempa dan Ngawak Dewe Gumay menuju bukit Siguntang Mahameru, dengan menaiki sebuah kayu yang berlobang tengahnya (lesung) setelah sampai di bukit Siguntang Putri Gading Cempak dan suaminya mulai memulai hidup yang baru mereka lalui hari demi hari dengan saling menyayangi, pada saat mulai senja Putri Gading Cempaka menembang sebuah lagu yang mengisyaratkan kerinduanya kepada saudara-saudaranya dan kerinduanya terhadap kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) tak disadari Putri Gading Cempaka meneteskan air mata kerinduan, pada saat itu suaminya diam-diam memandang Putri Gading Cempaka dengan rasa kasihan.
Beberapa lama kemudian terdengar kabar bahwa mereka telah mempunyai keturunan yang berdarahkan Bangkahulu, kedua putra Putri Gading Cempaka yang pertama bernama Ratu Skandar Alam dan yang kedua bernama Ratu Slebar Alam kedua anakya itu dibesarkan dibukit Siguntang Mahameru.
Semasa kecil kedua bersaudara itu sangatlah akrab Skandar Alam sangat menyayangi adiknya sehingga kedua bersaudrah itu tidak pernah bertengkar semasa menuju remaja kedua putra Putri gading Cempaka belajar ilmu-ilmu silat kepada ayahnya Ngawak Dewe Gumay setelah melaksanak latihan silat kedua putranya tadi bertnya “ayahanda mengapa kami tidak pernah melihat saudara ayahanda dan saudara bunda ? Tanya Skandar Alam “anada mungkin anada sudah waktunya tahu saudara ayah dan saudara bunda kalian’ maka berceritalah Putri Gading Cempaka bahwa ibunda mereka memiliki enam saudara mereka adalah Kelemba api(Raden Cili), Raden Manuk Mincar, Raden Lemang Batu, Raden Tajuk Rompong, Raden Rindang Papan, Raden Anak Dalam, keenam saudara bunda dahulu saat bunda meninggalkan kerajan Sungai Serut (Bangkahulu) semuanya ada disanan’.
Mendengar cerita Putri Gading Cempaka kedua bersaudara itu kini mengetahui asal usul mereka dari Kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu) “nah kalau saudara ayahanada dimana ? tanya Slebar Alam kepada Ngawak Dewe Gumay “ayah memiliki adik yang bernama Ngawak Dewe Semidang’ jawab Ngawak Dewe Gumay “lalu kini dimana adik ayahanda itu tinggal ? Tanya kembali Slebar Alam “ia tinggal di Gunung Dempu (Gunung Dempo Pagar Alam) dan menurut kabarnya ia telah memiliki keturunan disana’ jawab Ngawak Dewe Gumay “ayahanda kapan kami dapat berjumpa dengan saudarah di Gunung Dempu (Dempo Pagar Alam)’ ucap Ratu Slebar Alam “kalau waktunya sudah tiba maka janji kami berdua akan terwujud sewaktu ayahanda dan adik ku Ngawak Dewe Semidang akan berpisah di bukit Siguntang kami berjanji “dimana ada keturunan Gumay disana ada keturunan Semidang dimana ada keturunan Semidang disana ada keturunan Gumay suatu saat keturunan kami berdua akan hidup saling berdampingan’tegas Ngawak Dewe Gumay kepada kedua putranya.
Mendengar cerita dari kedua orang tuanya Ratu Skandar Alam dan Ratu Slebar Alam memahami asal usul keturunan dari ayah dan bundanya,maka mereka berdua berkata “suatu masa nanti maka anak keturunan Skedar Alam dan Slebar Alam akan ada yang kembali ketanah kerajaan Sungai Serut (Bangkahulu)” saat menyaksikan kedua putra meraka menyampaikan janji mereka dihadapan Putri Gading Cempaka meneteskan air mata haru akan semboyan kedua putranya mereka terlihat sangat mencintai tanah kelahiran Putri Gading Cempaka, saat itu juga Putri Gading Cempaka berkata kepada kedua putranya “anak-anak ku bunda sangat terharu kepada semboyan ananda berdua, bunda akan mendo’akan semoga suatu saat nanti anak keturunan ku akan menjadi penerang di tanah Bangkahulu’.
 Waktu terus berguli tak terasa kedua bersaudarah tadi menuju dewasa, maka datanglah Ratu Skandar Alam dan Slebar Alam menghadap Ngawak Dewe Gumay dan Putri Gading Cempaka (Putri Kembang Dadar) “ayahanda dan bunda sudihlah kiranya merestui anada untuk pergi merantau mencari jati diri anada’ ucap Ratu Slebar Alam “ ananda kalau memang ananda ingin pergi merantau pergiah menuju kerajaan Pantai Cermin (Sumatra Barat/Pagaruyung) dan pakailah sifat perantau keterunan Gumay’ jawab Ngawak Dewe Gumay’  “apakah itu ayahanda ? tanya Ratu Slebar Alam kepada ayahnya, maka menjawablah Ngwak Dewe Gumay dihadapan kedua putranya “ingatlah wahai keturunan Gumay laksanakan amanah ku ini :
1.    Jangan mengambil barang yang bukan milik mu
2.    Bila menemukan barang orang lain kembalikan
3.    Bila dalam bekerja sama mendapat hasil bagi rata
4.    Bila berkata buktikan bila berjani tepati ( kate betaruh janji nunggu)
5.    Baik dengan orang lain bisa membantu maka bantulah
6.    Bila meminjam atau berhutang kepada orang lain maka kembalikan atau bayar hutang mu.
Inilah amanah ku kepada keturunan Ngawak dewe Gumay” mendengar amanah ayahnya kedua bersaudara Ratu Skandar Alam dan Slebar Alam berjanji akan mengamalkan amanah ayahnya.
Sesat kemudian maka Putri Gading Cempaka berjalan mendekati putranya Ratu Slebar Alam dan berkata “putra ku Ratu Slebar Alam kalau memang keinginan ananda untuk pergi merantau sudah menjadi keputusan ananda, bunda akan merestui ananda’ “terima kasih bunda atas restu bunda kepada ananda’ ucap Ratu Slebar Alam “ananda terimalah keris ini sebagai pemberian bunda’ ucap Putri Gading Cempaka “keris apa ini bunda mengapa bentuknya sangat menarik’ jawab Ratu Slebar Alam “perlu ananda ketahui suatu saat nanti kalau ananda bertemu dengan orang yang memiliki keris seperti ini, maka orang tersebut adalah saudarah ananda’ ucap Putri Gading Cempaka kepada Ratu Slebar Alam “ mengapa begitu bunda’ tanya Ratu Slebar Alam “karena keris ini ada tujuh buah yang sama keris ini bunda dapatkan pada saat bunda dan keenam saudara bunda selesai berlatih silat, keris ini pemberian ayahanda bunda Ratu Agung Raja Sungai Serut (Bangkahulu)’ “baiklah bunda keris ini akan ananda jaga dengan baik dan akan selalu ananda ingat pesan bunda ini’.
Setelah sekian lama kepergian Ratu Slebar Alam ketanah Pagaruyung Kerajaan Pantai Cermin terdengar berita kalau Ratu Slebar Alam putra Putri Gading Cempaka dikenal dengan kesaktianya ia sering membantu penduduk disana yang dalam kesulitanberita itu juga sampai ketelingan Raja Pantai Cermin,singga Ratu Slebar Alam dipanggil oleh Raja Kerajaan Pantai Cermin dan dijodohkan dengan putrinya akhirnya Ratu Slebar Alam menikah dengan seorang putri anak Raja Kerajaan Pantai Cermin yang bernama Putri Dada Sebelah,di Kerajaan Pantai Cermin telah berkembang dan tumbuh keturunan dari Putri Gading Cempaka (Bangkahulu) dan Ngawak Dewe Gumay (Gumay), di Pagaruyung Sumatra Barat inilah awal perkembangan keturunan bangkahulu sampai saat ini.
Sementara itu Ratu Skandar Alam  yang telah mewarisi semua kesaktian ilmu-ilmu silat Gumay Ratu Skandar Alam meneruskan kekuasaan di instana kerajaan Gumay yang bertahta di Siguntang Mahameru, Putri Gading Cempaka selalu memberikan nasehat dan arahan kepada putranya, Ratu Skandar Alam sangat menghormati dan menyayangi kedua orang tuanya itu.
  Sampai dengan keterunan kesembilan  dari pernikahan Ngawak Dewe Gumay dan Putri Gading Cempaka (Putri Kembang Dadar) kerajaan Gumay dibawah pemerintahan Raden Skandar Alam menjadi kerajaan yang damai. Kerajaan ini banyak kedatangan pendatang asing baik dari India,Malaka,Jawa,Daratan Cina dan Madagaskar, sehingga agama islam mulai masuk diantara mereka ada pedagang,pelaut dan lain-lain, mereka itu akhirnya menjadi penduduk kerajaan Bukit Siguntang Mahameru.Hal demikian terus terjadi sampai dengan kejadian laut mulai menyusut hingga terbentuklah sungai-sungai dan daratan, penyebaran keturuan asli Bangkahulu kini ada dimana-mana seluruh tanah Sumatra hingga tanah Jawa bahkan keluar negeri.
 Selain itu mengingat janji kedua beradik Ngawak Dewe Semidang dan Ngawak Dewe Gumay yang berbunyi “dimana ada keturunan Gumay disana ada keturunan Semidang dimana ada keturunan Semidang disana ada keturunan Gumay suatu saat keturunan kami berdua akan hidup saling berdampingan’ saat ini ada sebuah kecamatan yang bernama Kecamatan Semidang Gumay di Kabupaten Kaur Povinsi Bengkulu.

2 komentar:

  1. Maaf dari manakah sumbernya? Puteri Gading Cempaka adalah Istri dari Baginda Tuanku Maharajo Sakti dari Pagaruyung, yang selanjutnya mendirikan Kerajaan Sungai Lemau di Muara Bangkahulu.
    Mohon konfirmasinya... Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus